“Lewat Gelaran Seleksi CPNS, Pemerintah Cari Bibit Unggul Calon Abdi Negara”

Sahabat pembaca blog pendidikan ipa, sudah tahukah anda bahwa hingga hari ke-25 pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS formasi 2019, Jumat (21/2/2020), persentase kelulusan Passing Grade (PG) SKD per pukul 17.18 WIB untuk Formasi Umum mencapai 43,21%, Tenaga Cyber 56,32%, Putra-Putri Papua/Papua Barat 25,95%, Lulusan Terbaik 91,8%, Diaspora 100% dan Penyandang Disabilitas 65,54%. Total peserta SKD sampai dengan hari ini mencapai 2.445.598 orang.

Sebelumnya, pada konferensi pers BKN yang digelar Kamis (20/02/2020) di Kantor Pusat BKN Jakarta, Kepala BKN, Bima Haria Wibisana selaku Ketua Pelaksana Panselnas mengatakan bahwa sampai dengan pelaksanaan SKD hari ke-24 ini, terdapat 287.965 peserta yang tidak hadir. Bima menjelaskan ketidakhadiran peserta tersebut kebanyakan tanpa keterangan, dan terdapat pula yang disebabkan keterlambatan. Bima mengingatkan pelamar CPNS agar mengikuti seleksi dengan serius, bukan sekadar coba-coba mengingat anggaran negara untuk pembiayaan pelaksanaan seleksi juga tidak main-main.

Selain itu, Bima juga mengungkapkan tentang persentase kelulusan passing grade (PG) tahun ini yang jauh lebih meningkat dari tahun sebelumnya. “Kelulusan PG nasional rata-rata bernilai baik, bahkan angka kelulusannya sudah mencapai 6 x formasi, berbeda dari tahun lalu yang jumlahnya tidak memenuhi 3 x formasi, oleh sebab itu dikeluarkan kebijakan mengakomodir hal tersebut. Namun untuk tahun ini dengan tingkat kelulusan PG yang jauh lebih baik, saya optimistis tidak akan ada kebijakan lain yang muncul,” jelas Bima.

Sementara untuk sekitar 3000 ribu peserta P1/TL yang memilih tidak mengikuti SKD tahun ini, tetap akan mengikuti mekanisme 3 x formasi yang diurutkan dengan peserta yang ikut SKD tahun ini. Bima juga menegaskan bahwa meskipun tahun ini PG diturunkan, namun kualitas soalnya lebih sulit dari tahun sebelumnya.

"Lewat Gelaran Seleksi CPNS, Pemerintah Cari Bibit Unggul Calon Abdi Negara”

Kepala Biro Keuangan BKN, Wahyu melakukan sistem pelaksanaan Kompetensi Dasar (SKD) di titik lokasi (Tilok) Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC), Jumat (21/2/2020). Hadir pula pada kesempatan itu, Plt. Bupati Indramayu Taufik Hidayat.

Di hadapan peserta SKD Wahyu menjelaskan bahwa Pemerintah saat ini sedang mencari bibit-bibit unggul untuk menjadi abdi negara yg berkompeten, inovatif dan berintegritas. “Seleksi ini dilakukan secara transparan, akuntabel dan hasilnya dapat langsung dilihat secara realtime”.

Pelaksanaan SKD di Tilok UMC memfasilitasi ujian rekrutmen CPNS untuk lima Pemerintah Kabupaten/Kota (Pemkab/Pemkot) yaitu Pemkab Cirebon, Pemkot Cirebon, Pemkab Majalengka, Pemkab Indramayu dan Pemkab Kuningan. Rangkaian pelaksanaan SKD yang diperuntukkan bagi 35.088 ribu peserta dan memperebutkan 1.088 formasi ini digelar sejak 2 Februari 2020 dan akan berlangsung hingga 27 Februari 2020. Pemkab Indramayu memiliki formasi terbanyak di antara kelima Pemda tersebut, yakni 361 formasi, dengan kuota peserta SKD berjumlah 11.217 (dengan perbandingan 1:32).

Kepala Biro Keuangan BKN menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pihak Pemda yg telah menyiapkan sarana dan prasarana termasuk aparat TNI dan Polri yg telah membantu pelaksanaan SKD, sehingga dpt berjalan dgn tertib dan lancar.

Berita ini bersumber dari BKN

Posting Komentar

0 Komentar