Minggu, 02 Februari 2020

Komisi II Temukan Peserta Tes CPNS Terlambat Datang

Sahabat pembaca blog pendidikian ipa, sudah tahukah anda bahwa Komisi II DPR RI mendapati beberapa peserta tes CPNS yang datang terlambat saat meninjau secara langsung proses rekrutmen CPNS di Kanreg VII Badan Kepegawaian Nasional (BKN), Palembang Sumatera Selatan, Kamis (30/1/2020). "Kita temukan beberapa peserta datang terlambat sekitar lima menit, dan oleh sistem komputerisasi BKN yang membuat mereka otomatis gugur," ungkap Wakil Ketua Komisi II DPR RI Saan Mustopa.

Berkaca dari kejadian tersebut Politisi Fraksi Partai Nasdem ini menghimbau agar para peserta tes CPNS datang lebih awal dari waktu yang ditentukan. Ia juga menjelaskan bahwa tes CPNS semuanya dengan sistem komputerisasi. Jika terlambat hadir maka otomatis sistem komputer akan terkunci sehingga peserta tidak bisa mengikuti tes atau gugur.

Sementara itu Anggota Komisi II DPR RI Endro Suswantoro Yahman menekankan, pentingnya transparansi dalam proses rekrutmen CPNS 2019-2020. Dirinya mendorong BKN mempermudah posko pengaduan masyarakat yang tidak lolos seleksi agar transparansi ke masyarakat jelas.

"Kami mendorong pihak BKN membuat semacam posko pengaduan untuk mempermudah masyarakat yang ingin mengetahui sebab lulus atau tidaknya mereka dalam proses rekrutmen CPNS," tandas Endro. Ia juga mempertanyakan ada tidaknya audit IT yang digunakan BKN untuk meyakinkan pada masyarakat bahwa memang tidak ada permainan terkait kelulusan CPNS.

"Masyarakat masih menganggap sistem IT yang digunakan BKN ada campur tangan operator yang rentan terhadap penyalahgunaan wewenang. Oleh karena itu menurutnya audit IT ini penting untuk menjawab keraguan masyarakat sekaligus bentuk transparansi publik," tutup politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini.

Sementara itu, Kepala Kantor Regional VII BKN Palembang, Agus Sutiadi menegaskan terkait gugurnya peserta tes CPNS akibat keterlambatan saat hadir walau hanya lima menit bukan karena BKN tapi murni sistem komputerisasi yang otomatis terkunci. "Jadi bukan BKN yang menggugurkan sepihak tapi semua sudah by system. Walaupun hanya lima menit terlambatnya namun berakibat peserta gugur karena sistem komputerisasi demikian," terang Agus Sutiadi.

Hal ini menurutnya perlu diketahui masyarakat agar tidak muncul anggapan seolah BKN menggugurkan peserta secara sepihak. Padahal semua itu disebabkan prosedur dan mekanisme yang sudah ada. "Pengamanan server kami lakukan dengan menyegel tombol on-off dan ditandatangani berita acara serta didokumentasikan oleh BKN dan instansi terkait. Colokan server juga disegel dengan pengamanan berlapis," urai Agus Sutiadi menjawab sistem pengamanan IT BKN.

Setelah selesai proses tes CPNS semua data disimpan dalam server yang semuanya sudah disegel, baik tombol on-off maupun colokan listriknya sehingga server tidak bisa diakses oleh sembarang orang dan harus melalui prosedur yang ketat. "Untuk hasil tes saat ini bisa langsung dilihat pada layar monitor yang kami sediakan di pelataran gedung BKN. Jadi begitu proses tes selesai maka nilai peserta yang lulus ujian atau tidak bisa dilihat langsung saat itu juga," pungkas Agus.

Berita ini bersumber dari DPR
Share:

0 komentar:

Posting Komentar