Mengawal Proses CPNS TA 2019, BKN Hadiri Serah Terima Soal SKD

Sahabat pembaca blog pendidikan IPA, sudah tahukah anda bahwa Acara Serah Terima Soal Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun Anggaran (TA) 2019 antara Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN RB) Tjahjo Kumolo usai digelar pada Senin, (13/01/2020) di Graha I Gedung Ki Hajar Dewantara, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan  (Kemendikbud). Prosesi serah terima naskah soal seleksi SKD tersebut turut disaksikan oleh Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana. Hadir pula perwakilan dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), dan Lembaga Administrasi Negara (LAN).

Penyiapan soal SKD 2019 melibatkan 22 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang tergabung dalam konsorsium. Soal SKD disusun melalui beberapa tahapan dan melibatkan berbagai pihak. Diawali dengan kisi-kisi SKD 2019 yang disusun melalui proses evaluasi soal dari kisi-kisi SKD tahun 2018 lalu, proses tersebut melibatkan unsur dari PAN RB, BKN, BPPT dan lainnya. Selanjutnya, soal diolah oleh para ahli konstruksi soal dari Pusat Penilaian Pendidikan Kemendikbud. Kemudian ahli bahasa dari Kemendikbud memastikan bahwa soal yang disusun telah sesuai dengan kaidah penulisan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Selanjutnya dilakukan penyusunan soal SKD melalui sistem yang difasilitasi oleh BKN. Penyusunan soal SKD merupakan salah satu instrumen penting dalam menjaring Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk dapat menghasilkan CPNS yang berdaya saing, kompeten, berintegritas guna mewujudkan Indonesia yang lebih maju.

“Kami akan terus mengawal kelancaran dan keamanan dari seluruh tahapan-tahapan yang ada, dan berharap pelaksanaan seleksi ini dapat berjalan dengan baik dan lancar”, ungkap Kepala BKN Bima Haria Wibisana. Selanjutnya Mendikbud Nadiem Makarim dalam penyerahan soal SKD kepada PAN RB selaku ketua Panselnas berkomitmen untuk selalu membantu proses pengadaan secara akuntabel dan transparan,  agar dapat diperoleh calon-calon ASN yang berintegritas, nasionalis, profesional, berwawasan global, menguasai teknologi informasi, dan mampu berbahasa asing, serta memiliki jiwa keramah tamahan, kemampuan membangun jejaring (networking) dan memiliki jiwa entrepreneurial.

Berita ini bersumber dari BKN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar